Posts

REVIEW “THE ANTI-SLAVERY MOVEMENT AND THE RISE OF INTERNATIONAL NON-GOVERNMENTAL ORGANIZATIONS”

Penulis : Mika Meytasia Ito Artikel ini membahas sejarah gerakan anti-perbudakan dan peran organisasi non-pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam membentuk hukum hak asasi manusia internasional. Artikel ini menyoroti bagaimana abolisionisme atau gerakan anti-perbudakan berkembang menjadi gerakan global yang menginspirasi pembentukan berbagai organisasi kemanusiaan.  Sub-bab “Bangkitnya Abolisionisme: Agama, Hak-Hak Alam, dan Masyarakat Sipil’ membahas bagaimana gerakan anti-perbudakan berkembang melalui pengaruh agama, pemikiran hak-hak alam, dan mobilisasi masyarakat sipil. Perbudakan merupakan sistem ekonomi utama di dunia atlantik dari abad ke-16 hingga ke-19, tetapi mulai runtuh pada awal tahun 1800-an dengan pelarangan perdagangan budak oleh Inggris dan Amerika Serikat pada 1807 serta penghapusan perbudakan di berbagai negara hingga tahun 1900-an. Agama memainkan peran penting dalam gerakan ini, terutama melalui kelompok Quaker dan sekte Protestan lainnya ya...

Review “The Significance of the UPR in the Absence of a Regional Human Rights System: The Case of Asia Pacific”

 Penulis : Mika Meytasia Ito Artikel yang ditulis oleh Fiona McGaughey, Amy Maguire, Natalie Baird, James Gomez, dan Romulo Nayacalevu ini membahas pentingnya mekanisme Universal Periodic Review (UPR) dalam konteks wilayah Asia Pasifik, yang mana merupakan wilayah yang tidak mempunyai sistem Hak Asasi Manusia atau HAM regional yang mapan seperti pada Eropa atau Afrika. UPR merupakan mekanisme internasional yang bertujuan untuk meninjau kondisi HAM di semua negara anggota PBB. Penelitian ini memfokuskan dan melakukan analisis mendalam terhadap empat negara, yaitu Australia, Thailand, Selandia Baru, dan Fiji.                 Penelitian ini berangkat dari kritik terhadap UPR yang sering kali lebih didominasi oleh perspektif Barat, sebagaimana yang dikemukakan oleh TWAIL ( Third World Approaches to International Law). Para akademisi pascakolonial berpendapat bahwa hukum internasional seringkali tidak mempertimbangkan pengetahuan dan pe...

REVIEW “HUMAN RIGHTS AND FOREIGN POLICY IN COMPARATIVE PERSPECTIVE”

Image
 Penulis: Mika Meytasia Ito Buku ini memiliki beberapa pokok bahasan mengenai hubungan antara kebijakan luar negeri dengan Hak Asasi Manusia (HAM), dengan menggaris bawahi cara bagaimana negara-negara  menggunakan berbagai strategi untuk mendorong atau menekan perlindungan HAM di negara lain. Buku ini memfokuskan bahasannya pada negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya. Bagaimana negara-negara tersebut akan menangani isu HAM dalam kebijakan luar negerinya serta bagaimana faktor politik, ekonomi, dan militer mempengaruhi penerapan kebijakan akan dibahas dalam bacaan ini.      Pada bagian pertama, buku ini membahas mengenai bagaimana negara tetap memainkan peran utama dalam menentukan arah kebijakan HAM di dunia, di samping LSM dan organisasi internasional (PBB, OSCE, dan OAS) lainnya yang juga berperan untuk menegakkan HAM. Negara dalam hal ini berperan dalam meratifikasi perjanjian-perjanjian HAM, mengawasi implementa...